MATA AIR yang tidak disemogakan menjadi AIR MATA
MATA AIR yang tidak disemogakan menjadi AIR MATA
Air, ya dia merupakan sumber kehidupan bagi makhluk
hidup. Pastinya semua orang tahu mengenai hal itu bukan? Namun, apakah semua
orang dapat menghargai air? Dirasa tidak!
Pernahkah mendengar air datang dari
pegunungan? Situasi itu sangatlah tepat jika pegunungan tersebut memiliki tumbuhan
yang lebat. Kenapa begitu? Hal tersebut dapat kita simak pada link dibawah yang
diterbitkan oleh liputan 6 ( https://www.liputan6.com/citizen6/read/3922810/fungsi-akar-dan-jenisnya-dari-penyerapan-air-hingga-fotosintesis
) yang secara singkatnya tanaman lah yang sangat berperan dalam pemanfaatan
air. Jika kita andaikan tanamanlah yang
menjadi “bank air” dalam kehidupan.
Bank air, apakah hanya tanaman bank
air kita? Tentu saja tidak. Bank air juga memiliki cabang contohnya, bendungan,
danau, kolam, galon air dan lain sebagainya. Bisa dibayangkan bagaimana jika
bank kita kehabisan air? Kita ambil contohnya air di dalam galon kita habis ya
tentunya kita mengalami kehausan. Memang benar jika habis kita bisa membelinya
lagi, jikalau tidak memiliki uang, atau stok pedagang habis, dan kita sulit
menemukanya. Apa yang akan terjadi? Tentunya tubuh akan mengalami kekurangan cairan
sehingga terjadinya dehidrasi yang
berdampak menimbulkan penyakit batu ginjal, infeksi saluran kemih dan lain
sebagainya. Setelah hal tersebut terjadi kita hanya bisa mengeluarkan air mata.
Karena air kita dapat tersenyum
bahagia hingga mengeluarkan air mata, karena air juga kita dapat meneteskan air
mata penyesalan. Jangan biarkan Mata Air tersebut menjadi Air Mata penyesalan
untuk masa depan maupun generasi kita selanjutnya. Ingat! Setetes air sangatlah
berarti. Karena air mata pun akan habis di kemudian harinya.
Satu hal yang dapat
kita bayangkan agar dapat memahami air yaitu bayangkan dirimu hidup di gurun pasir di setiap harinya!

Komentar
Posting Komentar